PENGETAHUAN

GURU DALAM KONTEKS MENDIDIK

          Kualitas guru harus di tingkatkan melalui program pendidikan guru. Mereka yang sudah menjadi guru harus di bina Dan di kembangkan potensi kependidikannya agar selalu bertumbuh dalam jabatannya. Pertumbuhan jabatan guru harus di kaitkan dengan peningkatan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar di lihat dalam konteks pendidikan sebagai suatau proses kemanusiaan manusia.

Belajar mengajar tidak di lihat hanya sebagai suatu proses alih ilmu pengetahuan tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai proses pemanusiaan manusia. UUD 1945 mengamatkan mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

Guru sebagai pendidik memberikan pengaruh terhadap subjek didik. Dengan demikian bahasan tentang guru selalu di lihat dalam konteks mendidik.

  1. 1.      Hakikat Mendidik

Mendidik adalah suatu usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran Dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang ( UUD RI No 2 Tahun 1989 :2 )

Tidak di kemukakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang sengaja di rancangkan untuk mencapai tujuan. Bagi bangsa Indonesia hakikat sesuai dengan pandangan filsafat tentang manusia, yaitu manusia pancasila. Pandangan filsafat yang memungkinkan suatu perbuatan mendidik dapat dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Pendidik harus mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang percaya Dan takwa serta beriman kepada Tuhan yang maha esa. Pendidik harus mampu memberikan kebebasan agar manusia mengembangkan apa yang di berikan Tuhan secara bertanggung jawab.
  2. Pendidikan dapat berlangsung bila manusia di akui sebagai makhluk susila. Pendidikan bertugas membina kemampuan untuk membuat pilihan nilai baik berdasarkan akal, Dan hati nurani.
  3. Manusia sebagai makhluk sosial, maka pendidikan harus mengakui aspek sosial manusia. Dengan demikian pendidikan adalah suatu proses sosialisasi nilai-nilai hidup.
  4. Manusia sebagai makhluk individu. Itu berarti pendidikan harus mengakui kebebasan individu dalam batasan keterkaitan.
  5. Manusia sebagai makhluk sosial etis ingin di perlukan Dan memperlakukan manusia secara sama. Perlakuan yang sama berarti memperlakukan manusia secara adil.
  6. 2.      Arti Mendidik

Mendidik adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengalaman Dan atau pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang. ( UU RI No 2 Tahun 1989 )

Berdasarkan definisi yang di kembangkan di atas dapat di identifikasikan komponen pendidikan sebagai berikut.

a)      Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan dapat di capai melalui proses pendidikan Dan pengajaran. Ada yang merumuskan tujuan  pendidikan dengan berorentasi  pada  kebutuhan subyek didik. Kebutuhan itu di nyatakan sebagai berikut.:

–          Semua peserta didik memerlukan pengembangan Dan pemilihan kesehatan jasmani, mental, Dan rohani.

–          Semua peserta didik memerlukan ketawaan, keimanan, Dan budi pekerti yang baik.

b)      Subyek Didik

Nilai kemanusiaan sebagai individu, sebagai makhluk sosial yang mempunyai identitas moral, harus di kembangkan untuk memcapai tingkatan optimal Dan criteria kehidupan sebagai manusia, warga Negara yang di harapkan.

Secara teoritas subjek didik di lihat sebagai seseorang yang harus mengembangkan diri pada sisi lain ia memperoleh pengaruh, bantuan yang memungkinkan ia mampu berdiri sendiri atau bertanggung jawab sendiri.

c)      Pendidik

Pendidika adalah orang yang di serahi tanggung jawab mendidik. Orang tua adalah pendidik kodrati. Ayah Dan ibu mempunyai tanggung jawab secara kodrati. Tugas orang tua adalah mendidik anak-anaknya, oleh karenanya itu merupakan sebagian dari tugas didik, misalnya mengajar tidak dapat di laksanakan orang tua maka sekolah sebagai lembaga formal di serahi tanggung jawab untuk mendidik.

d)     Alat Dan Faktor Pendidik

Alat pendidikan adalah segala usaha yang dengan sengaja di gunakan untuk mencapai tujuan pendidikann, misalnya pengajaran, tata tertib, disiplin Dan segala tindakan yang di gunakan dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

e)      Lingkungan Pendidikan

Lingkungan Dan subyek didik berada situasi pendidikan. Situasi seperti itu di sebut situasi didik. Keterlibatan pendidik Dan subyek  di batasi oleh ruang Dan waktu. Lingkungan pendidikan punya pengaruh besar terhadap pendidikan.

Setiap guru perlu melihat dengan jelas tujuan-tujuan yang hendak di capai melalui kegiatan pendidikan. Ia harus tahu ke arah mana subjek didik itu harus di bawa.

Kelima komponen-komponen di atas tersebut merupakan komponen yang sangat perlu di  pahami oleh setiap guru pengajar Dan pendidik.

  1. 3.      Hakikat Guru Pendidik Dan Pengajar

Guru adalah pembimbing, pengajar Dan pelatih. Sebaiknya tugas guru tidak hanya bersifat mengajar saja tetapi harus di pahami dalam makna yang lebih luas lagi.

  • Bagian ini membahas guru sebagai pengajar Dan guru sebagai pendidik.

–          Guru sebagai pengajar Dan pelatihan ( pendidik )

Sebagai guru ia menyampaikan materi pelajaran atau dengan istilah komunikasi. Guru mengomunikasikan pesan-pesan materi pelajaran. Tetapi juga harus menanamkan konsep berpikir melalui pelajaran yang di berikan.

–          Guru sebagai pembimbing

Sebagai subyek mempunyai pribadi yang unik. Masing-masing punya ciri Dan sifat bawaan serta latar belakang kehidupan. Guru pada saat mengajar juga bertindak sebagai pembimbing yang dapat menolong siswa agar mampu menolong dirinya sendiri. Disinilah letak guru sebagai pembimbimg.

–          Guru bukan hanya mengajar, pelatihan Dan pembimbingan tetapi juga sebagai cermin tempat subjek didik dapat  berkata. Guru memberikan contoh Dan menjadi contoh. Guru mampu menjadi orang yang dapat mengerti diri siswa dengan segala problemnya. Guru juga harus punya wibawa sehingga siswa enggan terhadapnya. Hakikat guru pendidik ialah bahwa ia di gugu Dan di tiru.[1]

 

JAMINAN MUTU

 

A.     Jaminan Mutu

  1. 1.       Mutu Pendidikan

Sebuah sekolah harus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperhatikan komponen dasae mempengaruhi, seperti: kurikulum, proses pembelajaran, administrasi, manajemen sekolah, dll. Pendidikan akan bermutu jika sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat dapat di penuhi. Jaminan mutu adalah suatu proses yang di laksanakan secara berkesimbungan sistematis, objektif dan terpadu untuk menetapkan masalah dan penyebabnya berdasarkan standar yang telah di tetapkan.

Mengacu pada pemikiran tersebut, pembahasan ini di fokuskan pada menjamin mutu melalui supervisi pembelajaran.

  1. a.      Makna Supervisi Pendidikan.

Supervisi adalah sebagai bantuan dan bimbingan atau tuntunan ke arah situasi pendidikan yang lebih baik kepada guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya di bidang instruksional sebagai bagian peningkatan mutu pembelajran yang lebih baik.

Sedangkan kimball willes mengemukakan bahwa: supervisi pendidikan adalah suatu bantuan dalam pengembangan dan peningkatan situasi pembelajran lebih baik.

Bimbingan profesional yang dilakukan supervisor sebagai usaha memberikan kesempatan bagi para guru untuk berkembang secara profesional, sehingga mereka lebih maju lagi dalam memperbaiki dan meningkatkan kemampuan belajar perserta didiknya. Meningkatkan mutu pembelajaran menjadilandasab profesionalisme supervisi pendidikan. Karena di perlukan perubahan dan pengembangan visi berorientasi pada mutu, kecerdasan siswa, dan paradigmabaru pendidikan pendidikan.

Prinsip-prinsip supervisi pendidikan yang perlu di perhatikan adalah :

  1. Scientific (ilmiah) yaitu:

(a)  Sistematis terlaksankan secara teratur, terencana, dan berkelanjutan.

(b) Objektif: data yang di dapat berdasarkan terhadap observasi nyata.

(c)  Instrument: menggunakan alat.

  1. Demokrasi: menjujung tinggi azaz musyawara, berjiwa kekurangan, yang kuat, dan sanggup menerima pendapat orang lain,.
  2. Kooperatif: dapat bekerjasama untuk pengembangan proses pembelajran.
  3. Kreatif: membina inisiatif guru dan mendorong guru untuk aktif menciptakan suasana pembelajran yang menimbulkanm rasa aman dan bebas mengembangkan potensi-potensinya.

b.  Teknik Supervisi Pendidikan.

1.   Bersifat kelompok (Group Tecniques)

Tenik-teknik pendidikan yang bersifat kelompok dapat di gunakan pada saat supervisor menghadapi banyak guru yang menghadapi banyak guru yang menghadapi masalah yang sama di antaranya dengan: pertemuan orientasi, rapat guru, studi kelompok antar guru, diskusi bertukar fikirn atau pendapat, workshop (lokakarnya), dan sharing of experience.

2.   Bersifat Individual.

Teknik supervisi individual ini adalah merupakan kembalikan dari teknik yang bersifat kelompok, dimana seorang guru membutuhkan peran superisor, kendati mengalami masalah khusus, dan memerlukan bimbingan tersendiri. Teknik supervisi individual ini adalah: kunjungan kelas, observasi kelas, percakapan peribadi, intervitasi, seleksi sumber materi.

B.     Kualitas Pendidik

  1. 1.       Profil Guru

Guru adalah semua orang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak didik guru sebagai figur seorang pemimpin, sosok asiktektur yang terdapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk menbentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagai agama, nusa dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat di harapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara[1].

Kehadiran seorang gurru bagi masyarakat adalah memberi keyakinan bahwa anak didik akan timbul berkembang, pintar, terdidik dan berkepribadian baik. Mereka tidak meragukan lagi urgensi guru bagi anak didik, oleh karena itu, seorang guru harus dapat menjaga kepercayaan yang di berikan kepadanya.

Kendati beratnya tugas seorang guru, harus berbagai upaya di lakukan untuk dapat mengimbangi profesi tersebut. Di sisi lain dia harus merelahkan sebagian

  1. Syarat utama seorang guru

Untuk dapat meningkatkan kualitas sebagai pendidik, maka hal utama yang perlu di pahami adalah tentang syarat-syarat seorang guru. Menurut zakiah drajat, dkk (1992) tidak semua orang dapat memenuhi syarat seorang guru, hanya orang-orang tertentu yang dapat memenuhi persyaratan yang di pandang mampu, yaitu:

1)      Bertaqwa kepada Allah SWT

2)      Berilmu.

3)      Berkelakuan baik

4)      Sehat jasmani

  1. Kompetensi

Menurut UU no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 1, ayat 10, di sebutkan: “Kompenteni adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus di miliki, di hayati, dan di kuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan”

Kompetensi merupakan peleburan dari pengetahuan (daya pikir), sikap (daya kalbu), dan keterlapilan (daya pisik) yang di wujudkan dalam bentuk perbuatan.

Kompetensi seorang mencirikan tindakan / perilaku serta mahir dalam menjalankan tugas untuk menghasilkan tindakan kerja yang eferkif dan efesien. Hasilnya merupakan untuk menghasilkan merupakan produk dari kompetensi seorang dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya. Sehingga pihak lain dapat menilai sesorang apakah dalam menjalankan tugasnya berkompeten dan profesional atau tidak.

  1. 2.      Meningkatkan Kualitas
    1. Mengenal Sumber Belajar Lain.

Tugas yang di emban seorang guru baik yang terkait langsung dengan proses belajar mengajar maupun yang tidak, sangatlah banyak dan beragam, dan berpengaruh terhadap hasil belajar mengajar. Agar dapat membina dan mengembangkan kualitasnya dalam melaksanakannya tugas, guru harus memahami, menguasau dan terampil menggunakan sumber-sumber belajar dari guru dalam dirinya, apabila guru tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan perubahan, maka guru tersebut akan mudah di tinggalkan oleh muridnya, oleh karena itu, perlu di perhatikan secara sungguh-sungguh bagaimana memberikan prioritas yang tinggi kepada guru, sehingga mereka dapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuaanya dalam melaksanakan tugas.

Sebagian dari beberapa upaya untuk dapat meningkatkan kualitas seorang guru, maka guru harus mengenali dan menerapkan sumber-sumber belajar lain, sumber pembelajran modwern yang kini semakin familier yang secara rieldi manfaatkan oleh masyarakat termasuk para murid.

Menurut lynne seorang pakar dari universitas masyland, sumber pembelajaran modern te5rsebut antara lain; study group; e-mail communiacation; conference; coure material; other resource material; dan web resources.

  1. Asosiasi Kependidikan

Organisai pendidikan sesuai bidang keilmuan sebagai suatu asosiasi perlu melaksanakan pembinaan terhadap anggota profesi. Pembinaan itu antara lain:  melaksanakan program training profesi sebagai upaya memfasilitasi peningkatan kualitas anggota dan pengakuan masyarakat maupun pemerintah. Asiosi pendidikan dalam membina anggota profesi memerlukan progam dan agenda yang ketat dan disiplin.

  1. 3.      Pendekatan.
    1. Evaluasi Mengatur Potensi

Kemampuan mengukur potensi dengan melakukan evaluasi diri sangat di perlukan bagi seorang pendidik untuk dapat melihat sejauh mana ketercapain proses belajar mengajar yang di lakoni-yakni-sejauh mana kebijakan dapat di implementasikan. Dari sisi keilmuan hal tersebut di anggap sebagai perkembangan ilmiah dalam manajemen pendidikan. Perkembangan olmiah mengimbangi kecendrungan ini, pada suatu sisi melalui perluasan metodologi evaluasi pendidikan, dan di sisi lain melalui konseptualisasi penelitian efektifitas guru dan peningkatan untuk mengajar.

Teori tersebut di ambil dari teori scheerens yang memberi pemahaman tentang bagaimana mengevaluasikan sekolah untuk meningkatkan mutu, hal itu memang sangat perlu untuk di lakyukan, namun yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana seorang guru mampu untuk mengevaluasikan driri terkait tugasnya mengtranfer ilmu pengetauhan.

BAB III

PENUTUP

 

  1. 1.             Kesimpulan

Guru adalah semua orang yang berwnang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak didik. Karna peran guru akan akan membentuk manusia susila yang cakap yang dapat di harapkan membangun dirinya, bangsa dan negaranya seorang guru seharusnya bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berlakukan baik dan sehat jasmani. Dengan penerapan beberpa hal tersebut secara optimal, seorang guru akan di anggap kompeten dan profesional, sehingga sifat itu perlu di perlihara dan di tinggkatkan.

Kompetensi adalah peleburan dari pengetahuan (daya pikir), sikap (daya kalbu), dan keterlampilan (daya fisik) yang di wujudkan dalam bentuk perbuatan.

Jaminan mutu pendidikan di terapkan pada supervisi pembelajaran. Supervisi adalah bantuan dan bimbingan ataui tuntunan ke arah situasi pendidikan yang lebih baik kepada guru dalam melaksanakan tugas pendidikan akan di anggap bermutu jika sesuai dengan apa yang di harapkan oleh masyarakat dapat terpenuhi.

Prinsip-prinsip  supervisi adalah: ilmiah, Demokrasi, Kooperatif, dan kreatif. Teknik supervisi pendidiklan terdapat dua bentuk, yaitu: bersifat kelompok dan bersifat individual.

Kualitas pendidikan dapat di pandang dari beberapa segi berbagai bagiaa, kemudian dari bagaian tersebut kualitas dapat di tinggkatkan dengan berbagai upaya, yakni:

Mengenal dan memanfaatkan sumber-sumber berlajar lain yang telah tersedia, seperti: web resovrece, study group, textbook, dll yang modern dan familer.

Termasuk dari upaya meningkatkan pendidikan adalah mengoptimalkan peran asosiasi pendidikan. Pendekatan yang dapat di terapkan adalah evaluasi diri mengukur potensi.

Sehingga dari upaya tersebut dapat ditemukanm sejauh mana kebijakan dapat di implementasikan..

DAFTAR PUSTAKA

 

Syaiful Bahri Djamrah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif,           Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2005.

Syaiful Sagala, Kemampuan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan,        Bandung : Alfabeta, 2009


[1] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005), Hal 36


[1] Sahertian.Piet.A, Profil Pendidik Profesional, (Yogyakarta : Andi Offset, 1994), 1-10

  1.  Hakekat Pendidikan

عنﺍ ﻷﺴﻮﺪﺑﻦ ﺴﺮﻴﻊ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ. ﻛﻞ ﻤﻮﻟﻮﺪ ﻴﻮﻟﺪ ﻋﻟﻰ ﺍﻠﻔﻄﺮﺓ ﺤﺗﻰ ﻴﻌﺮﺏ ﻋﻧﮥ ﻠﺴﺎﻧﮥ ﻔﺄﺑﻮﺍﮦ ﻴﻬﻭﺪﺍﻧﻪﺍﻮ ﻴﻨﺼﺮﺍﻨﻪ ﺍﻮﻴﻤﺠﺴﺎﻨﻪ ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻠﻄﺑﺭﺍﻨﻰ)

                 Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, hingga lisannya dapat mengungkapkan kehendak dirinya. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang yahudi, nasrani atau orang majusi. (Riwayat at-Thabrani).

Penjelasan : Yang dimaksud bengan fitrah ialah dalam keadaan suci, yakni bersih dari dosa karena itu dikatakan bahwa anak- anak itu adalah kekasih – kekasih Allah. Hal ini berlangsung hingga si anak sampai pada usia dimana ia dapat mengungkapkan kehendak dirinya. Makna yang dimaksud ialah si anak telah mencapai usia baligh.

Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa kedua orang tua mempunyai peran paling besar dalam membentuk pribadi anak- anaknya.

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah.

Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanaha watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran.

Hakekat pendidikan menurut firman Allah adalah menjadikan anak nak kita agar tidak lemah, mempunyai pengetahuan dan berani menghadapi masa depan. Firman Allah swt :

“Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidup sesudah kalian” (QS.An-Nisaa,4:9)

Derajat hadist: Shohih

Pesan tarbawi : Bahwa pendidikan anak itu tergantung orang tuanya, mau dijadikan apa anaknya kelak, diarahkan kemana masadepannya.

  1. Hakekat Pendidik

adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan.

  1. C.    Materi Pendidikan / pengajaran
  2. a.       Keimanan

 

ﺍﺑﻦ  ﻨﺟﺎﺭ ﻋﻦ ﻋﻠﻰ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ.  ﺍﺪﺑﻮﺍﺃﻮﻻﺪﻜﻡ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺚ ﺨﺻﺎﻞ: ﺤﺐ ﻧﺑﻴﻜﻢ , ﻭﺤﺐ ﺍﻫﻝ ﺑﻴﺘﻪ, ﻭﻘﺮﺍﺀ ﺓ  ﺍﻠﻘﺮﺍﻦ ﻔﻰ ﻈﻞ ﷲ ﻴﻭﻢﻻ ﻈﻞ ﺍﻻ ﻈﻟﻪ ﻤﻊﺍﻧﺑﻴﺎﺌﻪ ﻭ ﺍﺻﻔﻴﺎ ﺌﻪ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻠﻄﺑﺭﺍﻨﻰ﴾[1]

                Didiklah anak – anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu: mencintai nabi kalian dan mencintai keluarga. Serta membaca alquran: karena sesungguhnya orang –orang yang hafal alquran itu kelak berada di bawah naungan Allah yaitu: pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan- Nya, berada bersama dengan para nabi kekasih-kekasihnya. (Riwayat Riwayat at-Thabrani).

Penjelasan : Hadist ini memerintahkan agar anak – anak kita sejak dini dididik dengan tiga perkara yaitu, mendidiknya untuk cinta kepada nabi SAW. dan keluarganya serta mendidiknya agar cinta membaca alquran karena apabila anak- anak kita terbiasa membaca alquran mereka terdoronguntuk menghafalkannya.dan apabila mereka telah hafal maka berbahagialah mereka karena kela di kemudian hari mereka akan berada di dalam naungan Alloh bersama dengan para nabi dan para kekasih-Nya.ketiga hal tersebut dianjurkan oleh hadis ini agar kita menanamkannya ke dalam kalbu anak – anak kita karena ketiga hal itu akan membawa anak kita kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Iman merupakan hal asasi dalam kehidupan seorang muslim, sedang tarbiyah merupakan kebutuhan pokok setiap insan. Tarbiyah imaniyah adalah tarbiyah yang ditujukan untuk meningkatkan iman, ma’nawiyah (mentalitas), akhlaq (moralitas), dan ayakhsyiyah (kepribadian) daripada mutarobiyyin (anak didik).

Iman kepada Allah dan hari akhir wajib mendapat pupuk yang menyegarkan, disiram dengan air agar terus menerus tumbuh di lahannya secara bertahap dan tawazun (seimbang) menuju kesempurnaan. Iman tumbuh subur karena didasari hubungan yang intens dengan Allah dalam berbagai bentuknya. Cobalah simak hasil tarbiyah pada seorang anak di masa Salaf dahulu.

Tarbiyah imaniyah untuk anak-anak merupakan satu pendidikan yang meliputi hal-hal berikut:

  1. Upaya melaksanakan dan menghayati nilai-nilai ibadah kepada Allah dalam arti yang seluas-luasnya sesuai dengan bimbingan Rasulullah SAW.
  2. Pembiasaan dalam mengingat Allah (dzikrullah) dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an atau dengan menyebut-nyebut nama Allah dengan cara yang tepat di saat-saat tertentu.
  3. Membiasakan merasakan adanya bimbingan Allah dalam melaksanakan kebaikan dan pengawasan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Yaitu dengan menghubungkan kejadian-kejadian sehari-hari yang dialaminya dengan kekuasaan Allah.
  4. Membiasakan menggantungkan diri kepada Allah misalnya dengan berdo’a dalam berbagai situasi dan kondisi.
  5. Meningkatkan akhlak (perilaku) yang baik dengan mencontohkan tindakan-tindakan baik dan memperbaiki perilakunya pada saat anak melakukan keburukan.
  6. Memberikan motivasi dan rangsangan dengan memuji atau memberi hadiah ketika anak berbuat baik, memberi manfaat kepada orang lain, atau menyenangkan orang lain kendati orang tersebut tidak menyadarinya.
  7. Membimbing hal-hal lain untuk yang berhubungan dengan pendekatan diri kepada Allah.

v        Derajat Hadist: Dho’if

v        Pesan Tarbawi :  Seharusnya anak-anak kita didik dengan tiga macam

perkara yaitu : (1) mencintai nabi (2) mencintai keluarga nabi (3) Serta membaca alquran

  1. b.         Moral

عن ﺍ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺍ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ.  ﺍﺮ ﺑﻊ ﻤﻦ ﻜﻦﻔﻴﻪ ﻜﺎ ﻦ ﻤﻨﺎﻔﻘﺎ ﺨﺎﻠﺻﺎ ﻮﻤﻦﻜﺎﻨﺖ ﻔﻴﻪ ﺨﺻﻠﺔ ﻤﻦﺍﻠﻧﻔﺎﻖﺤﺗﻰﻴﺪﻋﻬﺎ  : ﺇﺫﺍ ﺤﺪﺚ ﻜﺫ ﺐ ﻮﺇﺫﺍ ﻭﻋﺪ ﺃﺨﻠﻑ ﻮﺇﺫﺍ ﻋﺎﻫﺪ ﻏﺪﺮ  ﻮﺇﺫﺍ ﺨﺎﺼﻢ ﻔﺟﺮ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻠﺑﺨﺎﺮﻯ ﻮ ﻤﺴﻠﻡ﴾[2]

“Ada empat perkara barang siapa yang dalam dirinnya terdapat keempat perkara tersebut berarti ia seorang munafik yang militan dan barang siapa yang dalam dirinnya terdapat salah satu diantarannya, berarti ia menyandang sifat munafik hingga ia meninggalkannya,yaitu: apabila berbicara berdusta, apabila berjanji ingkar, apabila bersumpah melanggar dan apabila bersengketa curang” (Riwayat Bukhori Muslim).

Penjelasan: Pada hadis no.4 disebutkan bahwa cirri orang munafik itu ada 3 yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji ingkar dan bila dipercaya berhianat. Kemudian dalam hadis ini disebutkan 4 macam pertanda orang munafik yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji ingkar, bila bersumpah melanggar dan bila bersengketa curang atau tidak jujur. Barang siapa menyandang salah satu  dari sifat tersebut berarti dalam dirinya terdapat sebagian sifat munafik hingga ia meninggalkannya. Dan apabila di dalam dirinya terdapat keempat sifat tersebut berarti ia benar – benar orang munafik.

Kesimpulan makna hadis ini ialah memperingatkan kita dari sifat – sifat yang tercela itu. Dan menganjurkan kepada kita agar mengoreksi diri. Bila ternyata terdapat salah satu dari sifat tersebut hendaknya kita segera meninggalkannya.

Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, muncul “agenda persoalan” baru yang tiada kunjung habisnya. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakatnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya

Perilakunya semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orangtua pun selalu cemas memikirkanya.

Dr. Abdullah Nashih ‘ulwan, dalam bukunya „Tarbiyatul Aulad” menegaskan, hanya ada satu cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orangtua, yaitu melalui pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Islam.

Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan . Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam, Insya allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-nya serta berbakti kepada orengtuanya. Upaya dalam mendidik anak dalam naungan Islam sering mengalami kendala. Perlu disadari disini, betapa pun beratnya kendala ini, hendaknya orangtua bersabar dan menjadikan kendala-kendala tersebut sebagai tantangan dan ujian.

Dalam mendidik anak setidaknya ada dua macam tantangan, yang satu bersifat internal dan yang satu lagi bersifat eksternal. Kedua tantangan ini sangat mempengaruhi perkembangan anak. Sumber tantangan internal yang utama adalah orangtua itu sendiri. Ketidakcakapan orangtua dalam mendidik anak atau ketidak harmonisan rumah tangga. Sunatullah telah menggariskan, bahwa pengembangan kepribadian anak haruslah berimbang antara fikriyah (pikiran), ruhiyah (ruh), dan jasadiyahnya (jasad). Tantangan eksternal pun juga sangat berpengaruh dan lebih luas lagi cakupannya. Tantangan pertama bersumber dari lingkungan rumah. Informasi yang yang didapat melalui interaksi dengan teman bermain dan kawan sebayanya sedikit banyak akan terekam. Lingkungan yang tidak islami dapat melunturkan nilai-nilai islami yang telah ditanamkan di rumah.

Yang berikutnya adalah lingkungan sekolah. Bagaimanapun juga guru-guru sekolah tidak mampu mengawasi anak didiknya setiap saat. Interaksi anak dengan teman-teman sekolahnya apabila tidak dipantau dari rumah bisa berdampak negatif. Sehingga memilihkan sekolah yang tepat untuk anak sangatlah penting demi terjaganya akhlak sang anak.

Derajat Hadist Shohih

Pesan tarbawinya : Bahwa kita jangan sampai menjadi orang munafik karena perbuatan munafik adalah perbuatan yang tidak baik

  1. c.        Fisik

ﻤﺎﻤﻸﺃﺩﻤﻲﻭﻋﺎﺀ ﺸﺮﺍ ﻤﻦ ﺑﻂﻧﻪ ,ﻴﺤﺴﺐ ﺍﺑﻦ ﺍﺪﻢ ﻠﻘﻴﻤﺎﺖ  ﻴﻘﻤﻦ ﺼﻟﺑﻪ , ﻔﺈﻦﻜﺎﻦ ﻻﻤﺤﺎﻟﺔ ﻔﺎﻋﻼ , ﻔﺜﻟﺚ ﻟﻄﻌﺎ ﻤﻪ ﻭ ﺜﻟﺚ ﻟﺸﺮﺍ ﺑﻪ  ﻭ ﺜﻟﺚ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮ ﻤﻴﺬﻱ﴾[3]

”Tiada wadah yang dipenuhi oleh anak adam lebih buruk daripada perutnya sendiri.cukuplah bagi anak adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbilnya. Apabila terpaksa ia harus memenuhinnya. Maka sepertiganya untuk makanan dan sepertiganya lagi untuk minuman serta sepertiga lainnya untuk nafasnya”.(Riwayat Tirmidzi)

Penjelasan: Hadis ini menceritakan tentang etika dalam makan dan minum yaitu hendaklah seseorang bila makan jangan terlalu kenyang karena tidak sekali – kali syariat menganjurkan demikian melainkan di dalamnya terkandung hikmah dan faedah yang kembali kepada pelakunya. Cara yang baik dalam makan dan minum melainkan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.

v    Pesan tarbawi : Bahwa kita dianjurkan bersahaja dalam makan dan minum atau hendaknya hidup dengan sederhana.

  1. d.       Rasio

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻴﺮﺓ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ. ﺇﺬﺍﻤﺎﺕ ﺍﺑﻦ ﺍﺪﻢ ﺇﻦ ﻗﻄﻊ ﻋﻤﻟﻪ ﺇﻻ ﻤﻦ ﺜﻼ ﺚ : ﺻﺪﻗﺔ ﺠﺎﺮﻴﺔ ﺃﻮ ﻋﻟﻢ ﻴﻧﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺃﻮ ﻮﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻴﺪﻋﻮﻟﻪ ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻤﺴﻠﻢ ﴾

 “Apabila anak adam mati, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang mendoakannya” (HR. Muslim)

Penjelasan:

–          Shodaqoh jariyah yakni mengalir terus menerus pahalanya selagi materi sedekah itu masih digunakan, seperti mewaqofkan tanah untuk madrasah.

–          Ilmu yang bermanfaat yakni amal perbuatan yang diupayakan oleh seseorang kemudian dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

–          Anak yang sholeh, mengenai anak yang sholeh pada kenyataanya ia pun termasuk upaya dari orangtuanya.

Pesan Tarbawinya : Secara rasio semua amal perbuatan kita pasti akan kembali kepada kita, maka dari itu hendaknya kita mengerjakan amal yang diridhoi Allah.

  1. e.                      Sosial

ﻋﻦﺇ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ. ﺮﺿﺎﺍﻟﺮﺐ ﻔﻲ ﺮﺿﺎ ﺍﻟﻮ ﻠﺪ ﻴﻦ ﻮ ﺴﺨﻄ ﺍﻟﺮﺐ ﻔﻲ ﺴﺨﻄ ﺍﻟﻮ ﻠﺪ ﻴﻦ. [4]

Ridho Allah terletak pada ridho orang tua, murka Allah terletak pada murka kedua orang tua.  

Penjelasan : Hadist di stas menjelaskan bahwa pendidikan sosial yang sangat bagus tentang hubungan antara anak kepada orang tua yang sangat penting dijaga. Karena sangat pentingnya, kerelaan orang tua diibaratkan kerelaan Allah swt.

v Pesan Tarbawinya :Hendaknya kita selalu berbakti kepada kedua orang tua kita sebagai wujud syukur kita kepada Allah dan teriama kasih kita kepada kedua orang tua.


[1] Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Terjemah, hal. 17.

[3] Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Terjemah, hal. 41.

[4] Mushtofa Mahmud Umarah, Jami’us Shoghir, hal. 38.

  Hakekat Pendidikan

عنﺍ ﻷﺴﻮﺪﺑﻦ ﺴﺮﻴﻊ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ. ﻛﻞ ﻤﻮﻟﻮﺪ ﻴﻮﻟﺪ ﻋﻟﻰ ﺍﻠﻔﻄﺮﺓ ﺤﺗﻰ ﻴﻌﺮﺏ ﻋﻧﮥ ﻠﺴﺎﻧﮥ ﻔﺄﺑﻮﺍﮦ ﻴﻬﻭﺪﺍﻧﻪﺍﻮ ﻴﻨﺼﺮﺍﻨﻪ ﺍﻮﻴﻤﺠﺴﺎﻨﻪ ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻠﻄﺑﺭﺍﻨﻰ)

                 Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, hingga lisannya dapat mengungkapkan kehendak dirinya. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang yahudi, nasrani atau orang majusi. (Riwayat at-Thabrani).

Penjelasan : Yang dimaksud bengan fitrah ialah dalam keadaan suci, yakni bersih dari dosa karena itu dikatakan bahwa anak- anak itu adalah kekasih – kekasih Allah. Hal ini berlangsung hingga si anak sampai pada usia dimana ia dapat mengungkapkan kehendak dirinya. Makna yang dimaksud ialah si anak telah mencapai usia baligh.

Dari hadis ini dapat disimpulkan bahwa kedua orang tua mempunyai peran paling besar dalam membentuk pribadi anak- anaknya.

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah.

Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanaha watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran.

Hakekat pendidikan menurut firman Allah adalah menjadikan anak nak kita agar tidak lemah, mempunyai pengetahuan dan berani menghadapi masa depan. Firman Allah swt :

“Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidup sesudah kalian” (QS.An-Nisaa,4:9)

Derajat hadist: Shohih

Pesan tarbawi : Bahwa pendidikan anak itu tergantung orang tuanya, mau dijadikan apa anaknya kelak, diarahkan kemana masadepannya.

  1. Hakekat Pendidik

adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan.

  1. C.    Materi Pendidikan / pengajaran
  2. a.       Keimanan

 

ﺍﺑﻦ  ﻨﺟﺎﺭ ﻋﻦ ﻋﻠﻰ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ.  ﺍﺪﺑﻮﺍﺃﻮﻻﺪﻜﻡ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺚ ﺨﺻﺎﻞ: ﺤﺐ ﻧﺑﻴﻜﻢ , ﻭﺤﺐ ﺍﻫﻝ ﺑﻴﺘﻪ, ﻭﻘﺮﺍﺀ ﺓ  ﺍﻠﻘﺮﺍﻦ ﻔﻰ ﻈﻞ ﷲ ﻴﻭﻢﻻ ﻈﻞ ﺍﻻ ﻈﻟﻪ ﻤﻊﺍﻧﺑﻴﺎﺌﻪ ﻭ ﺍﺻﻔﻴﺎ ﺌﻪ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻠﻄﺑﺭﺍﻨﻰ﴾[1]

                Didiklah anak – anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu: mencintai nabi kalian dan mencintai keluarga. Serta membaca alquran: karena sesungguhnya orang –orang yang hafal alquran itu kelak berada di bawah naungan Allah yaitu: pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan- Nya, berada bersama dengan para nabi kekasih-kekasihnya. (Riwayat Riwayat at-Thabrani).

Penjelasan : Hadist ini memerintahkan agar anak – anak kita sejak dini dididik dengan tiga perkara yaitu, mendidiknya untuk cinta kepada nabi SAW. dan keluarganya serta mendidiknya agar cinta membaca alquran karena apabila anak- anak kita terbiasa membaca alquran mereka terdoronguntuk menghafalkannya.dan apabila mereka telah hafal maka berbahagialah mereka karena kela di kemudian hari mereka akan berada di dalam naungan Alloh bersama dengan para nabi dan para kekasih-Nya.ketiga hal tersebut dianjurkan oleh hadis ini agar kita menanamkannya ke dalam kalbu anak – anak kita karena ketiga hal itu akan membawa anak kita kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Iman merupakan hal asasi dalam kehidupan seorang muslim, sedang tarbiyah merupakan kebutuhan pokok setiap insan. Tarbiyah imaniyah adalah tarbiyah yang ditujukan untuk meningkatkan iman, ma’nawiyah (mentalitas), akhlaq (moralitas), dan ayakhsyiyah (kepribadian) daripada mutarobiyyin (anak didik).

Iman kepada Allah dan hari akhir wajib mendapat pupuk yang menyegarkan, disiram dengan air agar terus menerus tumbuh di lahannya secara bertahap dan tawazun (seimbang) menuju kesempurnaan. Iman tumbuh subur karena didasari hubungan yang intens dengan Allah dalam berbagai bentuknya. Cobalah simak hasil tarbiyah pada seorang anak di masa Salaf dahulu.

Tarbiyah imaniyah untuk anak-anak merupakan satu pendidikan yang meliputi hal-hal berikut:

  1. Upaya melaksanakan dan menghayati nilai-nilai ibadah kepada Allah dalam arti yang seluas-luasnya sesuai dengan bimbingan Rasulullah SAW.
  2. Pembiasaan dalam mengingat Allah (dzikrullah) dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an atau dengan menyebut-nyebut nama Allah dengan cara yang tepat di saat-saat tertentu.
  3. Membiasakan merasakan adanya bimbingan Allah dalam melaksanakan kebaikan dan pengawasan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Yaitu dengan menghubungkan kejadian-kejadian sehari-hari yang dialaminya dengan kekuasaan Allah.
  4. Membiasakan menggantungkan diri kepada Allah misalnya dengan berdo’a dalam berbagai situasi dan kondisi.
  5. Meningkatkan akhlak (perilaku) yang baik dengan mencontohkan tindakan-tindakan baik dan memperbaiki perilakunya pada saat anak melakukan keburukan.
  6. Memberikan motivasi dan rangsangan dengan memuji atau memberi hadiah ketika anak berbuat baik, memberi manfaat kepada orang lain, atau menyenangkan orang lain kendati orang tersebut tidak menyadarinya.
  7. Membimbing hal-hal lain untuk yang berhubungan dengan pendekatan diri kepada Allah.

v        Derajat Hadist: Dho’if

v        Pesan Tarbawi :  Seharusnya anak-anak kita didik dengan tiga macam

perkara yaitu : (1) mencintai nabi (2) mencintai keluarga nabi (3) Serta membaca alquran

  1. b.         Moral

عن ﺍ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺍ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ.  ﺍﺮ ﺑﻊ ﻤﻦ ﻜﻦﻔﻴﻪ ﻜﺎ ﻦ ﻤﻨﺎﻔﻘﺎ ﺨﺎﻠﺻﺎ ﻮﻤﻦﻜﺎﻨﺖ ﻔﻴﻪ ﺨﺻﻠﺔ ﻤﻦﺍﻠﻧﻔﺎﻖﺤﺗﻰﻴﺪﻋﻬﺎ  : ﺇﺫﺍ ﺤﺪﺚ ﻜﺫ ﺐ ﻮﺇﺫﺍ ﻭﻋﺪ ﺃﺨﻠﻑ ﻮﺇﺫﺍ ﻋﺎﻫﺪ ﻏﺪﺮ  ﻮﺇﺫﺍ ﺨﺎﺼﻢ ﻔﺟﺮ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻠﺑﺨﺎﺮﻯ ﻮ ﻤﺴﻠﻡ﴾[2]

“Ada empat perkara barang siapa yang dalam dirinnya terdapat keempat perkara tersebut berarti ia seorang munafik yang militan dan barang siapa yang dalam dirinnya terdapat salah satu diantarannya, berarti ia menyandang sifat munafik hingga ia meninggalkannya,yaitu: apabila berbicara berdusta, apabila berjanji ingkar, apabila bersumpah melanggar dan apabila bersengketa curang” (Riwayat Bukhori Muslim).

Penjelasan: Pada hadis no.4 disebutkan bahwa cirri orang munafik itu ada 3 yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji ingkar dan bila dipercaya berhianat. Kemudian dalam hadis ini disebutkan 4 macam pertanda orang munafik yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji ingkar, bila bersumpah melanggar dan bila bersengketa curang atau tidak jujur. Barang siapa menyandang salah satu  dari sifat tersebut berarti dalam dirinya terdapat sebagian sifat munafik hingga ia meninggalkannya. Dan apabila di dalam dirinya terdapat keempat sifat tersebut berarti ia benar – benar orang munafik.

Kesimpulan makna hadis ini ialah memperingatkan kita dari sifat – sifat yang tercela itu. Dan menganjurkan kepada kita agar mengoreksi diri. Bila ternyata terdapat salah satu dari sifat tersebut hendaknya kita segera meninggalkannya.

Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, muncul “agenda persoalan” baru yang tiada kunjung habisnya. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakatnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya

Perilakunya semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orangtua pun selalu cemas memikirkanya.

Dr. Abdullah Nashih ‘ulwan, dalam bukunya „Tarbiyatul Aulad” menegaskan, hanya ada satu cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orangtua, yaitu melalui pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Islam.

Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan . Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam, Insya allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-nya serta berbakti kepada orengtuanya. Upaya dalam mendidik anak dalam naungan Islam sering mengalami kendala. Perlu disadari disini, betapa pun beratnya kendala ini, hendaknya orangtua bersabar dan menjadikan kendala-kendala tersebut sebagai tantangan dan ujian.

Dalam mendidik anak setidaknya ada dua macam tantangan, yang satu bersifat internal dan yang satu lagi bersifat eksternal. Kedua tantangan ini sangat mempengaruhi perkembangan anak. Sumber tantangan internal yang utama adalah orangtua itu sendiri. Ketidakcakapan orangtua dalam mendidik anak atau ketidak harmonisan rumah tangga. Sunatullah telah menggariskan, bahwa pengembangan kepribadian anak haruslah berimbang antara fikriyah (pikiran), ruhiyah (ruh), dan jasadiyahnya (jasad). Tantangan eksternal pun juga sangat berpengaruh dan lebih luas lagi cakupannya. Tantangan pertama bersumber dari lingkungan rumah. Informasi yang yang didapat melalui interaksi dengan teman bermain dan kawan sebayanya sedikit banyak akan terekam. Lingkungan yang tidak islami dapat melunturkan nilai-nilai islami yang telah ditanamkan di rumah.

Yang berikutnya adalah lingkungan sekolah. Bagaimanapun juga guru-guru sekolah tidak mampu mengawasi anak didiknya setiap saat. Interaksi anak dengan teman-teman sekolahnya apabila tidak dipantau dari rumah bisa berdampak negatif. Sehingga memilihkan sekolah yang tepat untuk anak sangatlah penting demi terjaganya akhlak sang anak.

Derajat Hadist Shohih

Pesan tarbawinya : Bahwa kita jangan sampai menjadi orang munafik karena perbuatan munafik adalah perbuatan yang tidak baik

  1. c.        Fisik

ﻤﺎﻤﻸﺃﺩﻤﻲﻭﻋﺎﺀ ﺸﺮﺍ ﻤﻦ ﺑﻂﻧﻪ ,ﻴﺤﺴﺐ ﺍﺑﻦ ﺍﺪﻢ ﻠﻘﻴﻤﺎﺖ  ﻴﻘﻤﻦ ﺼﻟﺑﻪ , ﻔﺈﻦﻜﺎﻦ ﻻﻤﺤﺎﻟﺔ ﻔﺎﻋﻼ , ﻔﺜﻟﺚ ﻟﻄﻌﺎ ﻤﻪ ﻭ ﺜﻟﺚ ﻟﺸﺮﺍ ﺑﻪ  ﻭ ﺜﻟﺚ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮ ﻤﻴﺬﻱ﴾[3]

”Tiada wadah yang dipenuhi oleh anak adam lebih buruk daripada perutnya sendiri.cukuplah bagi anak adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbilnya. Apabila terpaksa ia harus memenuhinnya. Maka sepertiganya untuk makanan dan sepertiganya lagi untuk minuman serta sepertiga lainnya untuk nafasnya”.(Riwayat Tirmidzi)

Penjelasan: Hadis ini menceritakan tentang etika dalam makan dan minum yaitu hendaklah seseorang bila makan jangan terlalu kenyang karena tidak sekali – kali syariat menganjurkan demikian melainkan di dalamnya terkandung hikmah dan faedah yang kembali kepada pelakunya. Cara yang baik dalam makan dan minum melainkan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.

v    Pesan tarbawi : Bahwa kita dianjurkan bersahaja dalam makan dan minum atau hendaknya hidup dengan sederhana.

  1. d.       Rasio

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻴﺮﺓ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ. ﺇﺬﺍﻤﺎﺕ ﺍﺑﻦ ﺍﺪﻢ ﺇﻦ ﻗﻄﻊ ﻋﻤﻟﻪ ﺇﻻ ﻤﻦ ﺜﻼ ﺚ : ﺻﺪﻗﺔ ﺠﺎﺮﻴﺔ ﺃﻮ ﻋﻟﻢ ﻴﻧﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺃﻮ ﻮﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻴﺪﻋﻮﻟﻪ ﴿ﺭﻮﺍﻩ ﻤﺴﻠﻢ ﴾

 “Apabila anak adam mati, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang mendoakannya” (HR. Muslim)

Penjelasan:

–          Shodaqoh jariyah yakni mengalir terus menerus pahalanya selagi materi sedekah itu masih digunakan, seperti mewaqofkan tanah untuk madrasah.

–          Ilmu yang bermanfaat yakni amal perbuatan yang diupayakan oleh seseorang kemudian dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

–          Anak yang sholeh, mengenai anak yang sholeh pada kenyataanya ia pun termasuk upaya dari orangtuanya.

Pesan Tarbawinya : Secara rasio semua amal perbuatan kita pasti akan kembali kepada kita, maka dari itu hendaknya kita mengerjakan amal yang diridhoi Allah.

  1. e.                      Sosial

ﻋﻦﺇ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺮ.ﺾ. ﻘﺍﻞ ﺮﺳﻮﻞﷲ .ﺻﻌﻡ. ﺮﺿﺎﺍﻟﺮﺐ ﻔﻲ ﺮﺿﺎ ﺍﻟﻮ ﻠﺪ ﻴﻦ ﻮ ﺴﺨﻄ ﺍﻟﺮﺐ ﻔﻲ ﺴﺨﻄ ﺍﻟﻮ ﻠﺪ ﻴﻦ. [4]

Ridho Allah terletak pada ridho orang tua, murka Allah terletak pada murka kedua orang tua.  

Penjelasan : Hadist di stas menjelaskan bahwa pendidikan sosial yang sangat bagus tentang hubungan antara anak kepada orang tua yang sangat penting dijaga. Karena sangat pentingnya, kerelaan orang tua diibaratkan kerelaan Allah swt.

v Pesan Tarbawinya :Hendaknya kita selalu berbakti kepada kedua orang tua kita sebagai wujud syukur kita kepada Allah dan teriama kasih kita kepada kedua orang tua.


[1] Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Terjemah, hal. 17.

[3] Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Terjemah, hal. 41.

[4] Mushtofa Mahmud Umarah, Jami’us Shoghir, hal. 38.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s